Empat Jalan Putus Berubah Menjadi Muara, 400 Hektar Tambak Udang di Jangka Hancur Diterjang Air Pasang

Ribuan Warga Pesisir Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Enam bulan setelah banjir besar menerjang kawasan pesisir Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, penderitaan masyarakat hingga kini belum juga berakhir. Infrastruktur yang rusak parah belum sepenuhnya diperbaiki, sementara kehidupan warga perlahan melemah akibat dampak bencana yang terus berlanjut.

Empat titik jalan yang putus di kawasan Desa Pante Paku, Meunasah Dua, Pante Ranub, dan Jangka Alue U kini berubah menjadi muara terbuka setelah diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, belum terlihat penanganan permanen yang mampu menahan laju air pasang laut yang setiap hari keluar masuk tanpa hambatan ke kawasan tambak dan permukiman warga.

Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 400 hektar tambak udang milik masyarakat dilaporkan hancur total. Air asin yang terus menggenangi area tambak membuat warga tidak lagi mampu menjalankan budidaya sebagaimana sebelumnya. Tambak yang dahulu menjadi sumber kehidupan utama masyarakat pesisir kini berubah menjadi kawasan rusak yang kehilangan produktivitas.

Tidak hanya sektor tambak yang lumpuh, sejumlah warung dan usaha kecil milik warga juga ikut terendam hampir setiap hari akibat naiknya air pasang. Aktivitas ekonomi masyarakat pesisir semakin tertekan, sementara sebagian besar kepala keluarga di wilayah tersebut selama ini menggantungkan hidup dari hasil tambak udang dan usaha kecil di kawasan pesisir.

Warga menyebutkan, sebelum jalan penghubung tersebut putus akibat banjir, kawasan tambak masih terlindungi dari gelombang dan air pasang laut. Namun setelah jalur itu berubah menjadi muara terbuka, air laut dengan mudah masuk dan merusak kawasan produktif milik masyarakat.

Situasi ini memicu kekhawatiran besar di tengah warga. Selain kehilangan sumber penghasilan utama, banyak keluarga kini menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Sebagian masyarakat bahkan mulai kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari akibat menurunnya pendapatan sejak tambak mereka rusak.

Masyarakat dari desa-desa terdampak berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen, Pemerintah Aceh, hingga pemerintah pusat dapat segera turun tangan melakukan penanganan darurat dan pembangunan permanen, termasuk perbaikan akses jalan, pembangunan tanggul penahan air laut, serta normalisasi kawasan terdampak.

“Kami hanya ingin tambak ini hidup kembali. Dari tambak inilah masyarakat mencari makan, membiayai keluarga, dan menyekolahkan anak-anak mereka,” ujar salah seorang warga dengan penuh harap.

Warga berharap pemerintah segera meninjau langsung lokasi kerusakan agar langkah penanganan dapat segera dilakukan sebelum dampak kerusakan semakin meluas. Mereka khawatir, apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka yang hilang bukan hanya tambak, melainkan juga harapan hidup ratusan keluarga pesisir yang selama ini bergantung pada hasil laut dan tambak udang di Kecamatan Jangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain