Berita  

Refleksi Muharram. Dr. H. Suyono, M. Ag Sekretaris PW Muhammadiyah Kepri, Dosen STIT Internasional Muhammadiyah

Batam – detikperistiwa.co.id

Syiar awal Muharram begitu marak di tanah air dengan berbagai ekspresi mulai dari ritual doa awal akhir tahun, pengajian hingga bakti sosial kepada sesama. Tradisi demikian sangat positif untuk memotivasi geliat peningkatan amal kebaikan di setiap waktu berjalan. Waktu adalah makhluk yang penuh dengan keistimewaan masing-masing di sisi Allah Subhanahu wata’ala sebagaimana tergambar dalam QS. At-Taubah ayat 36.

Dua belas bulan di sisi Allah ketika Allah menciptakan langit dan bumi ada empat bulan yang dimuliakan yakni Dzulqa’dah, Dhulhijjjah, Muharram dan Rajab. Keempat bulan tersebut kita diperintahkan memperbanyak amal salih dan dilarang berbuat kemaksiatan karena dosanya akan dilipatgandakan. Muharram yang dalam penanggalan Hijriyah menempati urutan pertama secara prinsip dapat diambil hikmah agar segala aktivitas direncanakan dengan baik dan profesional.

Dalam tataran peradaban Islam penanggalan Hijriyah terus mendapat perhatian khusus oleh para astronom untuk lebih akurat dan mencerminkan tata kelola era modern. Kriteria penanggalan versi MABIMS dan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) merupakan upaya konkrit menuju kesempurnaan penanggalan yang usianya mendekati lima belas abad ini.

Di samping itu waktu yang memiliki tiga dimensi; kemarin, sekarang dan hari esok sudah sewajarnya kita jadikan Muharram sebagai momentum berbenah setiap diri untuk menjadi yang lebih baik. Kitab suci Al-Qur’an yang tercermin dalam QS. Al-Ashr telah mengingatkan kepada umat manusia akan pentingnya memanfaatkan waktu agar berkualitas berdimensi keuntungan sejati.

Syarat utama meraih keberuntungan diawali dengan keimanan kepada Allah yang kemudian dikuti dengan karya nyata amal salih dan saling menasihati dalam kebenaran agama dan kesabaran. Iman tanpa amal nyata sungguh jauh dari muslim ideal. Karena itu siapa pun kita; pejabat, rakyat, pedagang, pegawai, dosen, guru, kepala keluarga, ibu rumah tangga, orang tua, anak dan lain-lainnya harus memilki iman yang kokoh, amal salih di semua profesi kita, saling menasihati dengan penuh kearifan dalan kebenaran dan kesabaran. Empat hal tersebut merupakan satu rangkaian integral yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Simpulannya kini kita memasuki awal tahun 1448 H, tingkatkan iman dan amal salih di mana pun kita berada. Fastabiqul khairat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain