Majalengka – detikperistiwa.co.id
Bupati Majalengka H. Eman Suherman memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 tingkat Kabupaten Majalengka di Lapangan GGM, Sabtu pagi 2/5. Di hadapan Forkopimda, OPD, guru, dan undangan, Bupati memaparkan capaian membanggakan sekaligus pekerjaan rumah besar dunia pendidikan Majalengka.
Dalam amanatnya, Bupati Eman menegaskan pendidikan jadi motor utama naiknya Indeks Pembangunan Manusia. IPM Majalengka 2026 tercatat 71,37, naik 1 poin dari 2024 dan tertinggi di wilayah Ciayumajakuning.
“Ini bukti investasi di bidang pendidikan mulai menunjukkan hasil nyata,” kata Bupati.
Capaian indikator pendidikan 2026 lainnya: Rata-rata Lama Sekolah naik ke 7,81 dari 7,53 pada 2024. Angka Partisipasi Murni PAUD 90,90%, SD/MI 90,79%, SMP/MTs 85,92%, dan Angka Partisipasi Kasar 44,19%.
Meski begitu, Bupati menyoroti masih tingginya Anak Tidak Sekolah. Tahun ajaran 2025/2026 tercatat 10.374 anak belum mengenyam pendidikan formal.
“Ini jadi pekerjaan rumah kita bersama. Saya instruksikan seluruh jajaran untuk memastikan ke depan tidak ada lagi anak-anak Majalengka yang tidak bersekolah. Pendidikan adalah hak dasar setiap warga,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan H. Muhamad Umar Ma’ruf menyatakan siap menindaklanjuti arahan Bupati. “Fokus kami 2026 adalah memperkuat sinergi lintas sektor melalui program jemput bola agar anak putus sekolah bisa kembali mengakses pendidikan,” ujarnya. Ia juga menekankan peran guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran agar lulusan Majalengka mampu bersaing.
Ketua Dewan Pendidikan Iman Pramudiya menilai capaian IPM patut diapresiasi, tapi angka ATS di atas 10 ribu butuh langkah masif. “Penanganan ATS tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Butuh peran aktif masyarakat, dunia usaha, hingga tokoh lokal. Pendekatan jemput bola harus diperkuat dengan pendampingan sosial,” ungkap Iman.
Dewan Pendidikan juga mendorong optimalisasi pendidikan nonformal dan kesetaraan sebagai solusi bagi anak yang tidak bisa kembali ke jalur formal.
Peringatan Hardiknas 2026 ini jadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas di Majalengka. ( Aboen)












