Pedang Pora dan Tari Guel Warnai Lepas Sambut Kapolres Aceh Tengah Khidmat dan Suasana Haru

Aceh Tengah —detikperistiwa.co.id

Langkah AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H., memasuki gerbang Mapolres Aceh Tengah diiringi Tari Guel dan formasi Pedang Pora, Senin (14/9/2026), menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru sekaligus berakhirnya masa tugas AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., di Bumi Gayo.

Prosesi lepas sambut yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB itu berlangsung khidmat dan sarat suasana haru. Tradisi penghormatan tersebut tidak hanya menjadi penyambutan bagi Kapolres baru, tetapi juga menjadi momen perpisahan bagi AKBP Muhamad Taufiq bersama jajaran yang selama ini mendampinginya menjalankan tugas kepolisian di Aceh Tengah.

Rangkaian penyambutan diawali dengan pengalungan bunga oleh AKBP Muhamad Taufiq kepada AKBP Teguh Siswoyo. Selanjutnya, Tari Guel ditampilkan sebagai bentuk penghormatan kepada Kapolres baru sekaligus menghadirkan kearifan lokal Gayo dalam prosesi pergantian pimpinan.

Suasana semakin khidmat ketika Kapolsek dan perwira jajaran membentuk formasi Pedang Pora. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan, kebersamaan, kekompakan, dan loyalitas dalam mengiringi pergantian kepemimpinan di lingkungan Polres Aceh Tengah.

Usai prosesi penyambutan, AKBP Muhamad Taufiq memperkenalkan pejabat utama dan Kapolsek jajaran kepada AKBP Teguh Siswoyo. Perkenalan itu menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi internal dan membangun sinergi dalam pelaksanaan tugas kepolisian serta pelayanan kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan Apel Farewell Parade. Dalam sambutannya, AKBP Muhamad Taufiq menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang telah memberikan dukungan selama dirinya memimpin Polres Aceh Tengah.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi rekan-rekan dalam mendukung pelaksanaan tugas saya selama di sini. Saya mohon doa restu untuk melaksanakan tugas di Polres Nagan Raya,” ujarnya.

AKBP Muhamad Taufiq juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan maupun perbuatan yang kurang berkenan. Ia mengatakan berbagai pengalaman bersama jajaran, termasuk saat menghadapi bencana hidrometeorologi dan turun langsung membantu masyarakat terdampak, menjadi kenangan yang membekas.

“Kenangan suka dan duka, termasuk dalam penanganan bencana di Aceh Tengah, kita lalui bersama. Itu sangat dramatis dan sangat berkesan bagi saya,” katanya.

Sementara itu, AKBP Teguh Siswoyo menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan seluruh jajaran. Ia berharap pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum untuk mempertahankan berbagai capaian sekaligus meningkatkan kinerja Polres Aceh Tengah.

“Semoga pelaksanaan apel pertama ini membawa berkah dan harapan baik ke depan. Saya mengucapkan terima kasih atas sambutannya. Situasi sampai saat ini dalam keadaan aman dan kondusif,” kata AKBP Teguh.

Ia menegaskan estafet kepemimpinan yang diterimanya akan dilanjutkan dengan menjaga berbagai hal positif yang telah dibangun sebelumnya.

“Estafet kepemimpinan Bapak AKBP Muhamad Taufiq ini minimal dapat kita pertahankan dan semoga dapat kita tingkatkan. Harapan kita semua, murasa ate, Sabe tuju untuk masyarakat,” ujarnya.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan Laporan Satuan antara Kapolres lama dan Kapolres baru di Aula Polres Aceh Tengah yang disaksikan pejabat utama serta Kapolsek jajaran.

Puncak suasana haru berlangsung saat acara kenal pamit. Prosesi Pedang Pora kembali digelar untuk mengantar AKBP Muhamad Taufiq bersama Ny. Vifa Taufiq meninggalkan Mapolres Aceh Tengah.

Diiringi lagu perpisahan dan pembacaan puisi, keduanya berjalan melewati gerbang utama Mapolres Aceh Tengah. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa tugas AKBP Muhamad Taufiq di Bumi Gayo sekaligus menjadi bagian dari catatan pengabdian dan kebersamaan bersama keluarga besar Polres Aceh Tengah.

Estafet kepemimpinan pun berlanjut. Dari satu pemimpin kepada pemimpin berikutnya, pengabdian kepada masyarakat, menjaga keamanan, dan mempertahankan kepercayaan publik menjadi tanggung jawab yang terus diteruskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain