Detikperistiwa.co.id – Lombok Timur — Program Lumbung Pangan yang dikembangkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur bersama Baznas RI membawa dampak besar bagi kehidupan petani di daerah tersebut. Program pemberdayaan berbasis zakat itu dinilai berhasil meningkatkan penghasilan petani hingga mampu keluar dari kategori penerima bantuan.
Wakil Ketua Baznas Lombok Timur, Dr. H. M. Hamidi, M.Pd, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat produktif.
Menurutnya, para petani yang sebelumnya menerima bantuan kini mulai menikmati hasil pertanian yang lebih baik setelah mendapatkan pendampingan dan pembinaan secara intensif. Bahkan, sebagian di antaranya telah mampu menyalurkan zakat dari pendapatan hasil panen mereka sendiri.
“Perubahan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Para petani yang dulu membutuhkan bantuan sekarang sudah bisa berbagi dengan sesama melalui zakat,” ujar Hamidi, Kamis (07/05/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya fokus pada bantuan sarana pertanian, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan usaha tani agar hasil produksi meningkat dan lebih bernilai ekonomis.
Hamidi menyebut peningkatan hasil panen yang dialami petani binaan menjadi pengalaman baru yang sangat berarti. Banyak petani, kata dia, untuk pertama kalinya mampu memperoleh keuntungan lebih besar dari usaha pertanian yang mereka jalankan.
“Bagi mereka ini bukan sekadar panen biasa. Ada rasa syukur karena hasil kerja keras mereka kini mampu memberikan manfaat bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk masyarakat lain,” katanya.
Baznas Lombok Timur menilai keberhasilan program tersebut membuktikan bahwa zakat dapat menjadi solusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat jika dikelola secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui momentum itu, Baznas juga mengajak masyarakat Lombok Timur untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
“Kami ingin zakat menjadi kekuatan bersama untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Ketika penerima zakat bisa berubah menjadi pemberi zakat, itulah keberhasilan sesungguhnya,” tutup Hamidi.(red)












