Bireuen – detikperistiwa.co.id
Kondisi kawasan pesisir Pantai Pante Paku di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, kini berada dalam situasi yang semakin memprihatinkan setelah terbentuknya dua kuala baru akibat dampak banjir, lumpur, dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut sekitar enam bulan lalu.
Perubahan bentang alam di kawasan pesisir itu memicu abrasi dan terbentuknya aliran air baru yang membelah pantai, sehingga menyebabkan kerusakan serius terhadap tambak-tambak udang milik masyarakat. Sejumlah tanggul tambak dilaporkan rusak berat, sementara lahan budidaya dipenuhi lumpur dan material bawaan banjir yang mengakibatkan para petani mengalami kerugian besar.
Hingga kini, masyarakat mengaku belum melihat adanya penanganan signifikan terhadap kondisi tersebut, padahal kerusakan terus meluas dan mengancam keberlangsungan ekonomi warga pesisir yang selama ini bergantung pada sektor tambak dan perikanan.
“Kerusakan yang terjadi semakin hari semakin parah. Tambak masyarakat hancur, tanggul rusak, dan belum ada langkah penanganan serius sampai sekarang,” ujar salah seorang warga Kecamatan Jangka.
Warga juga mengkhawatirkan dampak intrusi air laut yang kini semakin tidak terkendali. Saat air laut pasang, air dengan mudah masuk ke kawasan tambak melalui aliran kuala yang terbentuk pasca bencana. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya merusak tambak masyarakat, tetapi juga mengancam ekosistem pesisir dan lingkungan sekitar.
Selain menyebabkan kerugian ekonomi, masyarakat khawatir apabila tidak segera dilakukan normalisasi aliran dan pembangunan pengaman pantai, maka abrasi serta banjir susulan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih besar pada masa mendatang, termasuk mengancam kawasan permukiman warga di sekitar pesisir.
Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas mendesak Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, serta instansi terkait untuk segera melakukan peninjauan lapangan dan menetapkan langkah penanganan darurat maupun pembangunan infrastruktur pengaman pantai secara berkelanjutan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena masyarakat pesisir telah menanggung dampak bencana selama berbulan-bulan tanpa kepastian penanganan yang jelas.
Masyarakat Kecamatan Jangka berharap pemerintah segera hadir dengan tindakan nyata demi menyelamatkan kawasan pesisir Pantai Pante Paku serta melindungi sumber penghidupan warga yang kini berada dalam ancaman serius.
Detik Peristiwa












