Dirlantas Polda Sulsel Pimpin Pelatihan ETLE Handheld, Perkuat Penegakan Hukum Digital

Makassar,detikperistiwa.co.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan menggelar pelatihan operator Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sistem penindakan pelanggaran (Dakgar), Selasa (12/5/2026), sebagai langkah memperkuat penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi di Sulawesi Selatan.

Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ETLE yang sebelumnya dilaksanakan Korlantas Polri di Bogor, Jawa Barat. Kegiatan dipimpin langsung Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pol Dr. Pria Budi, S.I.K, M.H, M.Han.

Kegiatan berlangsung di Aula Biru Ditlantas Polda Sulsel, Ruang ETLE Ditlantas Polda Sulsel hingga praktik lapangan di kawasan Jalan Boulevard, Kota Makassar.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas dalam pengoperasian ETLE handheld versi baru untuk mendukung penegakan hukum lalu lintas yang lebih efektif di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Dirlantas Polda Sulsel.

Pelatihan turut dihadiri Wadirlantas Polda Sulsel, jajaran Perwira Utama (PJU), Perwira Menengah (Pamen) Ditlantas Polda Sulsel, para Kasatlantas Polres jajaran, Kanit Turjawali, Ba Tilang Satlantas, hingga operator ETLE dari berbagai wilayah di Sulsel.

Menurut Dr. Pria Budi, keterlibatan para pejabat hingga personel lapangan menunjukkan keseriusan Polda Sulsel dalam memperkuat sistem ETLE untuk mendorong capaian target penindakan pelanggaran lalu lintas secara maksimal.

“Kehadiran para pimpinan dan pelaku lapangan ini menegaskan komitmen Polda Sulsel dalam memperkuat sistem ETLE guna mencapai target point 100 persen dakgar lantas,” terang mantan Kapolres Parepare tersebut.

Dalam pelatihan itu, materi disampaikan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Dr. Amin Toha, terkait dasar hukum ETLE, analisis kebutuhan ETLE Polda Sulsel hingga rumus target penindakan pelanggaran lalu lintas.

Selain teori, peserta juga mendapat pembekalan teknis mulai dari aktivasi perangkat ETLE handheld versi baru, penggunaan ETLENAS, proses validasi pelanggar oleh back office, hingga tahapan pelayanan dakgar oleh front office.

Para peserta kemudian melakukan praktik langsung penggunaan ETLE handheld di lapangan sebagai bagian dari simulasi penerapan sistem penindakan elektronik terbaru.

“Inisiatif ini diharapkan mempercepat reformasi penegakan hukum lalu lintas di Sulawesi Selatan melalui teknologi ETLE yang lebih optimal,” ungkap Amin Toha.(niar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain