KARANGASEM | detikperistiwa.co.id
Dalam upaya menekan angka pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri, Polres Karangasem menerima kunjungan Tim Subbid Wabprof Bid Propam Polda Bali dalam rangka Sosialisasi Pembinaan Etika Profesi, Kamis (13/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanya Badra Paramartha Polres Karangasem ini dipimpin langsung oleh Kasubbidwabprof Bidpropam Polda Bali, AKBP I Gede Wali, S.H., M.H., bersama tim. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Wakapolres Karangasem, KOMPOL Taufan Ruzaldi, S.I.K., M.H., mewakili Kapolres Karangasem, didampingi Kasi Propam Polres Karangasem KOMPOL I Nyoman Surantika, S.H.
Dalam sambutannya, KOMPOL Taufan Ruzaldi menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada tim dari Polda Bali. Beliau menegaskan bahwa materi pembinaan ini sangat krusial bagi seluruh personel guna meminimalisir segala bentuk penyimpangan.
“Kepada personel yang hadir, ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Serap materi yang diberikan agar memahami cara bertindak dalam tugas dan mengerti cara menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi,” tegas Wakapolres di hadapan 100 personel yang hadir.
Sementara itu, AKBP I Gede Wali mengungkapkan bahwa sosialisasi ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika pengaduan masyarakat mengenai tindakan anggota Polri. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan meliputi:
Penyimpangan dalam penanganan perkara penyidikan oleh fungsi Reskrim. Penyalahgunaan Narkoba baik secara langsung maupun tidak langsung. Perilaku menyimpang (kelainan seksual) dan permasalahan KDRT. Gaya hidup Hedonisme yang tidak sesuai dengan jati diri Polri.
Beliau menekankan bahwa Bid Propam Polda Bali akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap jajaran di tahun 2026 ini.
“Harapannya, di tahun 2026 tidak ada lagi pelanggaran kode etik di Polres Karangasem. Ingat, sanksi PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) akan berdampak sangat berat bagi keluarga anggota,” ujar AKBP I Gede Wali.
Tujuan utama dari pembinaan ini adalah untuk menumbuhkan kembali rasa bangga menjadi anggota Polri. Dengan etika yang terjaga, personel diharapkan lebih profesional dalam menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta penegak hukum yang patuh pada aturan.
Kegiatan berjalan dengan tertib dan interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai kendala etika yang ditemui saat bertugas di lapangan guna mewujudkan Polri yang Presisi.
Sby












