Klarifikasi dan Sanggahan Terkait Pemberitaan Study Tour TK di Kecamatan Taman
Pemalang — Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait pelaksanaan kegiatan study tour salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Taman menuju Semarang pada Rabu (20/5/2026), pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus sanggahan atas sejumlah informasi yang dinilai tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan study tour wisata semata, melainkan bagian dari program edukasi dan pengenalan dunia usaha kreatif bagi anak usia dini yang telah direncanakan sejak jauh hari sebelum adanya surat imbauan penundaan kegiatan.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak melalui edukasi pembuatan mochi dan pengenalan proses produksi makanan tradisional modern. Seluruh kegiatan tetap mengedepankan unsur pembelajaran, keamanan, dan pendampingan,” ujar perwakilan sekolah.
Sekolah juga menyampaikan bahwa sebelum keberangkatan dilaksanakan, pihaknya telah melakukan komunikasi internal dengan wali murid terkait teknis kegiatan, termasuk opsi keikutsertaan siswa yang bersifat tidak wajib.
Terkait tudingan adanya kewajiban pembayaran bagi siswa yang tidak ikut, pihak sekolah menjelaskan bahwa biaya yang dimaksud merupakan konsekuensi dari pemesanan fasilitas transportasi dan reservasi kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.
“Tidak ada unsur pemaksaan. Biaya yang sudah masuk sebagian besar digunakan untuk pemesanan bus, konsumsi, dan lokasi edukasi yang sebelumnya telah dibooking. Sekolah hanya berupaya mencari solusi agar seluruh biaya yang sudah terlanjur dibayarkan ke pihak ketiga tidak hangus,” jelasnya.
Selain itu, pihak sekolah membantah anggapan bahwa mereka sengaja mengabaikan instruksi dari Dindikpora Kabupaten Pemalang. Menurut penjelasan sekolah, surat penundaan kegiatan diterima saat sebagian besar persiapan telah berjalan dan pihak biro perjalanan maupun lokasi tujuan sudah terikat jadwal.
“Kami tetap menghormati dan mendukung kebijakan pemerintah daerah. Namun di sisi lain, ada pertimbangan administratif dan teknis yang juga harus diselesaikan agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar,” tambahnya.
Pihak CV Alzah Tour selaku biro perjalanan yang digunakan juga memastikan bahwa seluruh aspek keselamatan perjalanan telah dipenuhi, mulai dari kelayakan armada, pendampingan guru dan wali murid, hingga perlindungan peserta selama perjalanan berlangsung.
Beberapa wali murid yang mendukung kegiatan tersebut juga menilai pemberitaan yang beredar terlalu menyudutkan sekolah tanpa memberikan ruang klarifikasi.
“Anak-anak senang dan kegiatan berjalan baik. Kami sebagai orang tua sebelumnya juga sudah diberi penjelasan. Jangan sampai informasi yang belum lengkap justru merusak nama baik sekolah,” ujar salah satu wali murid.
Pihak sekolah berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara objektif dan tidak langsung menyimpulkan adanya pelanggaran tanpa mengetahui kondisi sebenarnya.
Sekolah juga menyatakan siap melakukan evaluasi bersama Dindikpora Kabupaten Pemalang agar ke depan pelaksanaan kegiatan luar sekolah dapat berjalan lebih baik, sesuai aturan, serta tetap memperhatikan kepentingan pendidikan anak.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik terkait kegiatan study tour tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan maupun merugikan salah satu pihak tanpa dasar yang utuh dan berimbang.












