Berita  

Pelaksana Menghilang ,Ada Apa dengan Proyek Jalan Munjul – Ciandeu Majalengka

Majalengka – detikperistiwa.co.id

Proyek rehabilitasi Jalan Munjul–Ciandeu, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, diduga mengalami penyimpangan. Saat dipantau awak media di lapangan, pelaksana kerja tidak berada di lokasi meski pekerjaan sedang berjalan.

Proyek senilai Rp398.601.700,00 itu dikerjakan oleh CV Bima dengan alamat Perum Girijaya Asri Blok 13 No. 6, RT 001/RW 002, Desa Leuwikidang, Kecamatan Kasokandeul, Kabupaten Majalengka.

Dari hasil pantauan, ketebalan lapis gembur aspal yang ditemukan di lokasi hanya berkisar 3cm Angka ini dinilai di bawah standar umum untuk jalan kabupaten/lokal yang biasanya ketebalan gembur minimal 3,80cm sebelum dipadatkan. Jika kondisi gembur sebelum di padatkan saja sudah 3cm, ketebalan setelah pemadatan dikhawatirkan turun menjadi sekitar 1,5cm sampai 2cm , sehingga rawan cepat rusak.

Selain itu, terdapat dugaan ketidaksesuaian jenis material. Di lokasi ditemukan penggunaan aspal jenis “shenshet” yang oleh pengawas disebut sebagai *Hotmix HRS Semi. Sementara pada uraian pekerjaan tertulis “Hotmix HRS”

HRS atau _Hot Rolled Sheet_ terdiri dari HRS-WC untuk lapis aus dan HRS-B untuk lapis antara. Sedangkan HRS Semi umumnya menggunakan agregat lebih kasar dan kadar aspal lebih rendah, sehingga harganya lebih murah dibandingkan HRS standar. Perubahan spesifikasi tanpa adendum kontrak berpotensi merugikan keuangan negara.

Pelaksana Tak Ada, Pengawas Benarkan
Hingga siang hari, pelaksana kerja belum terlihat di lokasi.

“Saya dari pagi juga belum melihat ada pelaksana kerja. Sampai siang ini juga belum kelihatan di lokasi,” ujar Tomo, pengawas pekerjaan dari UPTPKBTR Majalengka, Jumat (15/05/26).

Absennya pelaksana di lapangan dinilai melanggar ketentuan kontrak kerja konstruksi yang mewajibkan personil pelaksana hadir selama pekerjaan berlangsung.

Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun dari pihak kontraktor CV Bima terkait temuan tersebut.
( Aboen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain