Makassar, detikperistiwa.co.id – Universitas MegaRezky (Unimerz) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2025/2026. Kampus ini menargetkan 4.000 mahasiswa baru, meningkat dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 3.000 mahasiswa.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam MegaRezky, Moch. Noer Alim Qalby, mengatakan proses PMB 2026 telah dimulai sejak 15 Desember 2025 dengan sistem seleksi bertahap atau gelombang.
“Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 Desember dengan sistem gelombang. Untuk gelombang pertama itu berakhir 30 April 2026,” kata Noer Alim Qalby, Selasa (28/04/2026).
Ia menjelaskan, seleksi dibagi dalam dua jalur, yakni jalur nilai rapor dan jalur tes. Untuk jalur tanpa tes, penilaian didasarkan pada nilai rapor semester satu hingga semester lima selama masa SMA.
“Nilai rapor dari semester satu sampai semester lima itu yang jadi dasar penilaian untuk jalur tanpa tes,” ujarnya.
Dalam menghadapi target peningkatan jumlah mahasiswa, Unimerz menyiapkan penguatan sarana dan prasarana, termasuk penambahan ruang kelas serta peningkatan kapasitas pembelajaran.
Saat ini, Unimerz memiliki delapan fakultas, termasuk program pascasarjana, di antaranya keperawatan dan kebidanan, farmasi dan kesehatan, ilmu komputer, keguruan dan ilmu pendidikan, ekonomi dan bisnis digital, serta hukum.
Tak hanya itu, pihak yayasan juga merencanakan ekspansi dengan membuka dua fakultas baru.
“Kami rencanakan penambahan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Agama Islam,” jelasnya.
Menurut Noer Alim, program studi di bidang kesehatan masih menjadi favorit calon mahasiswa. Meski demikian, program non-kesehatan seperti ilmu komputer dan hukum juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Farmasi, keperawatan, kebidanan itu memang banyak peminatnya. Tapi di luar itu, seperti ilmu komputer dan hukum juga berkembang cukup pesat,” katanya.
Dari sisi pembiayaan, Unimerz menawarkan sejumlah kemudahan bagi calon mahasiswa, khususnya dari kalangan kurang mampu. Kebijakan tersebut meliputi pembebasan biaya pendaftaran dan uang pembangunan, serta skema cicilan biaya kuliah.
“Untuk mahasiswa kurang mampu, kami bebaskan biaya pendaftaran dan pembangunan. SPP juga bisa diangsur,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan tingginya tingkat serapan lulusan Unimerz di dunia kerja. Berdasarkan data lima tahun terakhir, sekitar 90 persen alumni telah bekerja dalam waktu enam bulan setelah lulus.
“Bahkan ada sekitar 50 persen yang sudah bekerja sebelum wisuda. Khususnya dari prodi kesehatan, banyak yang sudah direkrut sejak masih semester akhir,” ungkapnya.
Lulusan di bidang kesehatan, lanjutnya, memiliki peluang kerja luas hingga ke luar daerah seperti Jakarta dan Surabaya, bahkan dengan gaji awal yang kompetitif.
“Untuk bidang tertentu, gaji awal bisa mencapai Rp10 juta per bulan,” katanya.
Terkait persaingan dengan perguruan tinggi lain di Makassar, Noer Alim menegaskan pihaknya tidak melihat kampus lain sebagai kompetitor langsung.
“Kami tidak melihat perguruan tinggi lain sebagai saingan. Unimerz punya segmen pasar sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, Unimerz mengusung konsep kampus inklusif yang terbuka bagi seluruh kalangan tanpa membatasi latar belakang agama maupun daerah asal. Saat ini, kampus tersebut juga telah menerima mahasiswa asing dari berbagai negara.
“Kami terbuka untuk seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Ada mahasiswa dari Sudan, Timor Leste, dan Malaysia,” jelasnya.
Ke depan, Unimerz menargetkan pengembangan institusi secara bertahap, termasuk pembangunan infrastruktur baru serta pembukaan program doktoral (S3).
“Target jangka panjang kami sebenarnya 2034, tapi melihat perkembangan sekarang, bisa saja lebih cepat, mungkin 2030,” pungkasnya.(niar)












