Majalengka – detikperistiwa.co.id
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat menggelar Training for Trainer (TFT) Bidang Pemberdayaan Petani, Peternak dan Nelayan (BPPN) di Saung Nganteur Kahayang, Rumah Aspirasi Ateng Sutisna, anggota DPR RI Dapil SMS, Sabtu (09/05/26).
Kegiatan ini diikuti kader BPPN dari 8 kabupaten/kota se-Jawa Barat, yaitu Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Sumedang, Subang, Purwakarta, dan Karawang. Hadir langsung memberikan arahan Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan.
Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka Deden Hardian Narayanto, yang akrab disapa Dehan, bersyukur Majalengka dipercaya menjadi tuan rumah. “Alhamdulillah hari ini Bidang Pemberdayaan Petani, Peternak dan Nelayan dari DPW Jawa Barat mempercayakan kegiatannya di Kabupaten Majalengka, dengan peserta dari 8 kabupaten/kota,” ujar Dehan.
Dehan menjelaskan, TFT digelar untuk meningkatkan kapasitas kader sebagai penyuluh di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. “Maksud kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas kader-kader dalam ketahanan pangan. Karena kita dari PKS, ketahanan pangan itu dimulai dari diri kita sendiri, dari kader, dari rumah-rumah kita. Makanya di sini ada acara TFT para penyuluh petani dari PKS,” paparnya.
Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan, berpesan agar seluruh kader PKS mampu memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. “Pesan dari Ketua DPW PKS Jawa Barat kepada kader PKS untuk bisa memanfaatkan lingkungan di sekitarnya. Jangan sampai ada di sekitar lingkungan kita yang tidak termanfaatkan untuk ketahanan pangan, minimal untuk keluarga,” tegas Dehan menyampaikan pesan tersebut.
Lebih lanjut, Dehan berharap para kader BPPN dapat menjadi motor penggerak di daerahnya masing-masing.
“Harapannya semoga kader-kader kabupaten bisa menjadi motivator bagi kabupaten lain dan menjadi pilar ketahanan pangan bagi keluarganya, sekaligus ketahanan ekonomi dan ketahanan energi,” katanya.
“Di Jawa Barat PKS ini lagi menguatkan tiga ketahanan, yakni ketahanan pangan, ekonomi dan energi,” pungkas Dehan.
( Aboen)












