Majalengka – detikperistiwa.co.id
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Senin (11/5/2026).
Kunjungan ini menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antar-instansi dalam program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, kedua belah pihak membahas sejumlah agenda krusial. Poin utama pembahasan meliputi koordinasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Majalengka dan Kemenag Majalengka. PKS ini disiapkan untuk memastikan payung hukum kolaborasi kedua instansi semakin solid dan berkelanjutan.
Kalapas Majalengka menegaskan bahwa dukungan Kemenag sangat vital, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik keagamaan. “Pembinaan spiritual adalah pondasi utama dalam membentuk kepribadian WBP. Peran rohaniawan dari Kemenag tidak tergantikan untuk memastikan program pembinaan rohani berjalan optimal,” ujarnya.
Selain fokus pada pembinaan rutin, pertemuan ini juga membahas agenda penting yang akan segera digelar: pelaksanaan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi Narapidana Terorisme di Lapas Majalengka.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Lapas secara resmi mengundang jajaran Kemenag Kabupaten Majalengka untuk menghadiri prosesi sakral itu. Kehadiran Kemenag dipandang strategis sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama dan penanaman nilai-nilai nasionalisme.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka menyambut baik inisiatif Lapas Majalengka.
“Kami siap mendukung penuh program-program pembinaan di Lapas, baik dari sisi penyediaan rohaniawan maupun pendampingan spiritual bagi Warga Binaan,” tegas perwakilan Kemenag Majalengka.
Sinergi antara Lapas Majalengka dan Kemenag ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat aspek legal dan teknis pembinaan, tetapi juga menjadi kunci transformasi perilaku warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik, religius, dan siap kembali ke masyarakat dengan jiwa nasionalisme yang kuat.
(Aboen)












