Kades Pulau Tengah dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak Akibat Banjir Bandang

Merangin – detikperistiwa.co.id

Kepala Desa Pulau Tengah, Hira Supionhadi, bersama perangkat desa serta Kepala Dusun Koto Tinggi dan Kampung Sawah bergotong royong memperbaiki jembatan gantung yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Rabu (13/5/2026).

Banjir bandang yang terjadi pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB tersebut menyebabkan arus Sungai Mentenang meluap deras hingga menyeret tali sling jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat desa.

Akibat kerusakan tersebut, akses jalan penghubung dan jalur perekonomian masyarakat Desa Pulau Tengah serta wilayah sekitar menjadi terganggu. Warga pun kesulitan melintas untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melihat kondisi itu, Kepala Desa Pulau Tengah bersama perangkat desa dan masyarakat turun langsung ke lokasi untuk melakukan perbaikan sementara secara gotong royong. Mereka bahkan menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk menarik kembali tali sling jembatan yang terlepas akibat derasnya arus banjir.

Hira Supionhadi mengatakan, banjir bandang yang melanda wilayahnya sudah terjadi dua kali dan sangat merugikan masyarakat, khususnya warga Kampung Sawah dan Koto Tinggi.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Merangin segera turun melihat kondisi masyarakat di sini. Kerusakan jembatan ini sangat menghambat aktivitas warga dan akses ekonomi desa,” ujar Hira.

Menurutnya, hingga saat ini masyarakat belum melihat adanya kunjungan langsung dari pihak kecamatan maupun pemerintah kabupaten ke lokasi terdampak banjir bandang tersebut. Kondisi itu pun menjadi perhatian dan pertanyaan warga setempat.

Masyarakat Desa Pulau Tengah berharap adanya bantuan dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Merangin, termasuk kehadiran Bupati Merangin untuk meninjau langsung kondisi jembatan dan dampak banjir yang dialami warga.

Penulis: Helmi
Media detikperistiwa.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain